Pochettino Diharapkan Tak Tergoda ke Klub Lain

mauricio pochettinoMauricio Pochettino memiliki kesempatan membangun dinasti baru di Tottenham Hotspur. Maka dari itu ia diharapkan tak berniat pergi ke klub lain.

Pochettino sudah melakoni musim keduanya di Spurs atau musim ketiganya menjadi pelatih di Premier League berhasil menyulap Tottenham yang awalnya sulit bersaing di empat besar jadi salah satu calon juara musim ini.

Sekarang Spurs berada di peringkat dua klasemen sementara menorehkan 68 angka atau terpaut lima angka di bawah Leicester City. Dengan empat laga tersisa, peluang tim berjuluk The Lilywhites memang belum sepenuhnya habis.

Akan tetapi tangan dingin Pochettino tidak hanya berdampak pada hasil Spurs, namun juga segi performa tim. Manajer internasioal Argentina itu membuat Spurs kian eksplosif dan juga disiplin. Taktik counterpressing yang ia terapkan membuat para punggawa Spurs gemar memberikan tekanan kepada musuh yang membawa bola.

Performa Harry Kane cs. pun mendapat banyak pujian. Bahkan pelatih legendaris Manchester United, Sir Alex Ferguson, mengakui dirinya mengagumi performa tim arahan Pochettino.

Walau pada akhirnya nanti gagal juara, Tottenham-nya Pochettino dinilai masih bisa lebih lebih baik lagi. Maka dari itu, ia diminta untuk tak pergi dulu walau muncul ketertarikan dari beberapa raksasa seperti Real Madrid dan MU.

“Apa alasan dia harus pergi? Mau ke mana dia?” ujar Carragher kepada Sky Sports.

“Real Madrid, baik bagi pemain dan manajer, mereka adalah klub impan, namun mereka gila. Pelatih cuma bertahan satu musim dan bila bertahan sampai dua musim, itu artinya dia menang lotere.”

“Namun di Spurs, Pochettino sudah menciptakan pemain muda bertalenta, memiliki salah satu lapangan latihan dengan fasilitas terbaik, stadion baru yang tengah dibangun untuk menyaingi Arsenal dan Manchester United.”

“Andai dia pergi ke Real Madrid, dia bisa melakukannya di masa depan. Namun baiknya untuk sekarang ia harus menjuarai banyak gelar bersama tim ini,” kata Carragher.