Paris Saint-Germain Menampik Tawarkan Bonus Pada Cavani

Paris Saint-Germain secara tegas mengngkapkan bahwa gosip yang berisi jika mereka memberikan bonus dalam nilai yang tinggi pada Edinson Cavani supaya sang pemain memberikan posisi sebagai eksekutor penalti pada Neymar.

Edinson Cavani merupakan pemain yang sudah membukukan 95 gol dari 140 laga di liga bagi Paris Saint-Germain sejak tahun 2013 silam, terlibat perselisihan dengan pesepakbola termahal dunia yakni Neymar karena memperebutkan sepakan penalti kala PSG menang atas Lyon dengan skor 2-0 di minggu yang lalu.

Ney merupakan pesepakbola termahal dunia dalam catatan sejarah sepakbola kala itu direkrut dari Barcelona senilai 198 juta poundsterling atau sekitar Rp 3,5 triliun di tahun ini, merasa tak adil karena dirinya tak masuk sebagai salah satu pemain pengekseskusi penalti di PSG.

Dalam usaha untuk mencari solusi masalah antara kedua pemain penting itu dan demi menjaga ketenangan di Parc des Princes, petinggi mereka, yakni Nasser Al-Khelaifi akhirnya langsung memberikan penyelesaian yang terjadi.

Melalui media di Spanyol, presiden ini disebutkan sudah melakukan pendekatan pada Cavani dengan memberikan penawaran bonus uang tunai berjumlah fantastis demi memberikan tempat bagi Neymar dalam melakukan tendangan penalti. Disebutkan jika bonus tersebut senilai 1 juta Euro atau setara Rp 15,9 miliar.

Akan tetapi, disebutkan jika PSG tak pernah melakukan hal tersebut. Mereka dengan tegas menampik jika pernah memberikan penawaran pada pemain dari Uruguay tersebut untuk memberikan posisinya pada Ney.

Di minggu yang lalu, pelatih PSG yakni Unai Emery mengungkapkan jika keduanya akan segera menyelesaikan masalah yang terjadi dan tidak akan berlarut-larut. “ Saya rasa mereka akan dapat menyelesaikan hal tersebut dan mereka adalah eksekutor tim. Nanti, saya akan melakukan hal yang terbaik di antara mereka jika memang keduanya tak mampu mendapatkan solusi, ” ucap Emery.

Disebutkan memang jika Unai Emery sudah mendapatkan penyelesaian antara mereka. Dia akan menjadikan Edison Cavani menjadi eksekutor utama dan Neymar menjadi pilihan yang kedua.