Kontra Myanmar, Tim Garuda Wajib Bangkit dari Keterpurukan

Timnas Indonesia harus segera beratu kembali dan bangkit dari keterpurukan setelah gagal menang dari Malaysia. Pasalnya, masih ada laga penting yang akan menyapa mereka esok demi memperebutkan medali perunggu sebagai prestasi Skuat Garuda di SEA Games 2017.

Pada akhir minggu yang lalu, timnas Indonesia gagal dengan skor tipis 0-1 dari Malaysia di babak semifinal SEA Games 2017. Hasil tersebut menjadikan tim asuhan dari Luis Milla tak bisa mendapatkan medali emas, atau perak sebagai hasil di kompetisi ini.

Ketua Umum PSSI yakni Edy Rahmayadi sempat mengutarakan jika kegagalan itu menjadikan para pemain merasa terpuruk bahkan sempat sulit untuk kembali mendapatkan mentalitas terbaiknya. Namun, rasa malu dan kecewa tidak boleh terlalu lama dirasakan. Semangat juang harus kembali ada demi laga memperebutkan medali perunggu kontra Myanmar, pada Selasa (29/8/2017) ini.

” Mereka tak perlu berkecil hati, pasalnya, mereka sudah tampil dengan begitu mengesankan. Ketika berhadapan dengan Malaysia, mereka bermain dengan baik, apalagi masyarakat Indonesia masih memberikan dukungan penuh, ” ujar Ramdani Lestaluhu, pemain Persija yang pernah memperkuat tim Indonesia di tahun 2011 silam.

Lebih lanjut, Ramdani Lestaluhu menuturkan jika laga kontra Myanmar ini, para pesepakbola Indonesia harus tampil dengan apik, sekaligus sebagai balas dendam.

Sama halnya dengan pesepakbola Indonesia ini, Kapten Persija yakni Ismed Sofyan juga memberikan dukungan pada Hansamu Yama Pranata dan pemain lainnya supaya kembali fokus dalam laga ini.

” Gagal tidak menjadikan semangat harus menurun. Kadang, kegagalan itu dapat menjadi pemicu kemenangan yang terbaik. Timnas Indonesia U-22 harus bangkit, masa depan dan laga masih panjang. Kita masih dapat meraih perunggu kontra Myanmar, ” tutupnya.