Euro 2016 – Wales Ingin Menghindari Inggris

Inggris memenangkan seluruh pertandingan kualifikasi Grup E

Coleman memimpin Wales ke turnamen besar

Inggris memenangkan seluruh pertandingan kualifikasi Grup E

Coleman memimpin Wales ke turnamen besar

Manajer Wales, Chris Coleman berharap timnya dapat menghindari Inggris di babak grup Euro 2016.

Coleman adalah orang pertama yang memimpin Wales ke turnamen besar sejak Jimmy Murphy pada tahun 1958. Mereka akan bergabung di putaran final di Perancis dengan Inggris, yang memenangkan seluruh pertandingan kualifikasi mereka di Grup E.

“Mereka baru saja memenangkan 10 pertandingan – hal yang sulit untuk dilakukan, terlepas dari siapa lawan Anda,” kata Coleman kepada Sportsweek BBC Radio 5 live. “Mereka adalah tim yang sangat, sangat baik dan dengan Roy Hodgson sebagai manajer, mereka akan menjadi lawan yang sulit bagi kami. “Ini tampak hebat, tetapi kami tidak ingin berada di kelompok yang sama dengan Inggris.”

Wales sekarang ini menduduki peringkat kedelapan dunia berdasarkan ranking FIFA, dua tempat di atas Inggris. Tim Hodgson berada di pot satu untuk penarikan undian Euro 2016, sedangkan Wales dan Irlandia Utara di pot empat. Tiga tahun lalu, Wales mengalami kekalahan terberat mereka sejak tahun 1996, kalah 6-1 dari Serbia ketika gagal mencapai Piala Dunia 2014. Itu adalah kekalahan kelima berturut-turut untuk Coleman, yang mengambil alih jabatan manajer tim nasional pada Januari 2012 setelah kematian pendahulunya, Gary Speed.

Pria berusia 45 tahun itu mengakui bahwa ini adalah titik balik bagi dirinya dan timnya, yang telah memenangkan sembilan dari 18 pertandingan kompetitif mereka berikutnya, termasuk enam pertandingan kualifikasi Euro 2016. “Para pemain tidak bermain dengan baik, tapi itu adalah kesalahan saya,” katanya.

“Banyak yang mengatakan ketika saya mengambil alih bahwa saya harus melanjutkan apa yang telah dilakukan Gary Speed, yang telah melakukan pekerjaannya dengan baik. Orang-orang tidak ingin perubahan, jadi saya mencoba untuk meneruskan apa yang telah Gary lakukan. “Saya salah, saya perlu melakukan apa yang saya percayai. Gaya bermain, kamp-kamp pelatihan dan sesi latihan; Anda harus menjadi diri sendiri dan bertahan dengan pilihan itu.”